Thursday, July 13, 2017

Tambang Berlian di Lahan Kita

Oleh : Bambang Suharno


Alkisah, seorang petani di Afrika suatu  hari mendengar kabar tentang beberapa orang kaya mendadak karena menemukan tambang berlian. Informasi ini sangat menarik baginya dan menginspirasi dirinya untuk berkelana mencari tambang berlian. Setelah melakukan beberapa pertimbangan, ia putuskan untuk menjual lahan pertaniannya dengan harga cukup murah.  Begitu ladangnya laku, sang petani segera pergi mengembara di benua Afrika untuk meraih impian menjadi kaya karena tambang berlian.


Waktu demi waktu ia mengembara ternyata tidak mudah mendapatkan berlian, apalagi  ia sama sekali belum berpengalaman bagaimana cara mendapatkan tambang berlian. Persediaan bekal dari hasil menjual  lahan pertanian makin menipis. Sampai akhirnya ia sedih dan putus asa , kemudian ia melompat ke sungai dan tenggelam.


Sementara itu orang yang membeli lahan si petani merasa sangat senang mendapatkan harga lahan pertanian subur yang cukup murah. Suatu hari ia menemukan batu besar di salah satu sudut sungai yang mengalir di lahan yang sudah ia miliki itu. Singkat cerita, di batu itu ditemukan berlian yang harganya sangat mahal. Ia penasaran dan berkeliling ke lahan miliknya dan ternyata di lahan pertaniannya yang dibeli dengan harga murah itu banyak sekali batu besar yang ada berliannya. Tempat itu menjadikan ia kaya raya karena ternyata di situlah salah satu tambang berlian terbesar di dunia.

Melihat peluang emas, tidaklah dengan cara langsung melihat keluar. Justru yang harus dilakukan di awal adalah meneliti di dalam diri kita atau lingkungan kerja atau bisnis kita sendiri. Banyak orang membuka bengkel mengira jualan bakso untungnya lebih besar. Sebaliknya yang berjualan bakso mengira membuka bengkel lebih besar untungnya. Padahal yang menjadi pokok masalah adalah bagaimana cara mengembangkan bisnis itu agar lebih menghasilkan lagi. Mereka yang tak fokus pada satu kegiatan, akan banyak kehilangan waktu untuk berprestasi. Mereka tak paham bahwa untuk menampilkan prestasi terbaik dalam bidang apapun membutuhkan waktu untuk mengasah keahlian hingga tajam sebagaimana mengasah pisau.

 “Apa yang Anda impi-impikan sangat mungkin ada di tempat Anda bekerja saat ini. Namun karena anda tidak sabar anda memutuskan untuk mengembara dan ternyata tidak mendapatkan apa-apa,” kata Earl mengingatkan para karyawan dan pebisnis yang sering bosan dan mengira harus segera ke pekerjaan atau bisnis lain demi meraih yang lebih baik. Perlu dipahami bahwa peluang besar seperti tambang berlian tidaklah tampak sebagaimana berlian yang ada di pasaran. Sama seperti kita mencari bijih besi, bentuknya tidaklah berupa batangan besi. Begitu juga peluang yang Anda cari. Ia bisa saja bersembungi dalam bentuk yang berbeda. Baru akan menjadi peluang besar ketika sudah digali, diolah, dan dikemas.



Oleh karenanya, mulai saat ini, lihatlah lebih jeli ke diri Anda sendiri, mungkin yang Anda impikan selama ini akan ditemukan lewat bakat Anda yang selama ini Anda abaikan, mungkin juga lewat pekerjaan Anda yang terasa membosankan. Luangkan waktu untuk merenung dan berimajinasi. Lantas cobalah bertanya kepada yang lebih paham dan berpengalaman, agar Anda mendapatkan informasi yang lebih akurat dan independen.

Pelajaran apa yang bisa kita ambil dari kisah ini? Earl Nightingalekita saat ini sejatinya sedang berdiri di atas berhektar-hektar tambang berlian kita masing-masing. Jika saja kita memiliki kesadaran dan kebijaksanaan untuk mengeksplorasi pekerjaan yang sedang kita lakukan masing-masing niscaya kita dapat menemukan kekayaan yang kita cari, baik berupa kekayaan finansial, kekayaan non finansial ataupun kedua-duanya.

“Sungguh menyedihkan melihat orang yang menyia-nyiakan hidupnya, berlari dari satu hal ke hal lain hanya untuk melakukan sesuatu yang ternyata tidak bermanfaat untuk mengembangkan diri,” ujar Earl Nightingale.

Apapun tujuan Anda, jalan terbaiknya mungkin ada di tempat yang sedang Anda kerjakan sekarang.  Apapun pekerjaan atau bisnis kita saat ini, kitalah  “manager”nya. Jika tampak tak ada peluang masa depan yang gemilang, mungkin karena kita tidak melihat dimana peluangnya.

Janganlah seperti petani Afrika yang menjual lahannya demi untuk mendapatkan berlian, padahal tambang berlian ada di lahan miliknya.***

Artikel ini dimuat di majalah Info Akuakultur edisi Juli 2017

No comments:

Post a Comment