Saturday, July 1, 2017

Pernyataan Obama "Indonesia Bagian dari Diri Saya" Membuatku Bangga

Obama dan Jokowi di Istana Bogor

Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama kembali menegaskan kedekatannya secara emosi dengan Indonesia. 

Berawal dari pengalaman masa kecilnya, Obama menyampaikan bahwa dirinya tak bisa lepas dari Indonesia.

Hal itu disampaikan Obama saat berpidato di depan diaspora Indonesia yang sedang menggelar Konferensi Diaspora Indonesia di The Hall Kasablanka, Jakarta, Sabtu (1/7/2017).

"Indonesia bagian dari diri saya," ujar Obama sebagaimana dikutip oleh Kompas.com. Kata-kata Obama yang disampaikan langsung dengan bahasa Indonesia tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

"Saat tiba dari bandara di tahun 1967, gedung yang tingginya lebih dari lima kaki hanya Hotel Indonesia dan Sarinah. Sekarang saat saya datang, sangat berbeda dari sebelumnya," kata Obama.

Kongres Diaspora Indonesia merupakan suatu festival yang menampilkan prestasi, peluang, kontribusi dan pemikiran cemerlang tokoh-tokoh diaspora Indonesia dari berbagai penjuru dunia. Diaspora adalah istilah yang belakangan ini populer untuk menggambarkan warga Indonesia yang berkarya di berbagai negara. Definisi ini kemudian berkembang menjadi beberapa kategori diaspora, antara lain WNI yang berkarya di luar negeri, orang Indonesia yang sudah menjadi warga negara lain tapi masih mencintai Indonesia, warga asing yang menjadi WNI, dan warga asing yang karena sesuatu hal sangat mencintai Indonesia.

Dino Pati Jalal , salah satu tokoh Diaspora Indonesia mengatakan Diaspora adalah harta karun Indonesia.

Negara Indonesia Itu Hebat, Satu Bahasa dalam ratusan Bahasa daerah

Empat tahun masa kecil di Indonesia telah membuat Obama sangat terkesan dengan kultur masyarakat Indonesia yang hidup harmoni dalam  keragaman. Ia pun masih hafal Bhineka Tunggal Ika.  Bahkan lafal Bahasa Indonesia masih bagus. Sangat pintar menirukan tukang sate dan tukang bakso. "Sateeee, baksoooo,". Dan beberapa kali mengucapkan kata-kata itu selalu disambut tepuk tangan yang sangat meriah.  Ya pasti lah, Obama adalah presiden AS ke 44 yang reputasinya sangat bagus di dunia.

Kini Obama secara tidak sengaja menjadi  tokoh dunia yang berpengaruh  yang berperan sebagai "duta" yang mempromosikan Indonesia ke berbagai belahan dunia.

Sebenarnya bukan hanya Obama yang terkagum-kagum dengan Indonesia. Banyak tokoh yang menyatakan kekagumannya terhadap masyarakat Indonesia yang bersatu dalam keragaman yang luar biasa.

Seorang wartawan Amerika pernah berbicara langsung ke saya menyampaikan kekagumannya terhadap Indonesia. Ia menyatakan demikian.

"Saya sudah ke beberapa kota di Indonesia. Negara anda luar biasa. memiliki ratusan bahasa dan ratusan suku namun bisa bersatu dalam satu bahasa, Bahasa Indonesia.

Negara lain harus berdebat, bertengkar bahkan berkelahi antar suku untuk menetapkan Bahasa Nasional. Indonesia sudah menyatakan Bahasa Indonesia sebagau Bahasa Persatuan sebelum kemerdekaan."

Pernyataan wartawan ini sungguh membuat saya sangat bangga menjadi Indonesia. Dulu saya mengingat sumpah pemuda hanya sekedar hafalan. Bahkan saya menganggap kata terakhir tentang Satu Bahasa, adalah hal biasa saja. Padahal ternyata makna bahasa persatuan itu begitu penting.

Saya buka ingatan saya tentang sejarah sumpah pemuda. Hebat sekali anak-anak muda saat itu yang usianya 20an tahun (sebagian malah masih remaja). Bayangkan waktu itu tahun 1928 dimana teknologi komunikasi masih sangat sederhana. Mereka anak-anak muda berkumpul di Jakarta dan menyatakan sumpah pemuda .

Saya menduga, karena para pemuda-lah Indonesia bisa menyepakati Bahasa Indonesia. Karena pemuda lebih mudah beradaptasi dan tidak terlalu kuat ego etnisnya. Mungkin jika yang berkumpul para tokoh kerajaan di seluruh nusantara, akan lebih alot menetapkan Bahasa Nasional.

Begitulah Indonesia yang saya banggakan.

Nah, pernyataan Obama "Indonesia adalah bagian dari diri saya", membuat saya lebih bangga terhadap negeriku Indonesia.





No comments:

Post a Comment